Kamis, 09 Juni 2011

Hukum Memakai Celana di Atas Mata Kaki dan Memelihara Jenggot

 
Dijawab oleh Ustadz Muhammad Na’im, Lc. (Pengasuh Ma’had Al-Madinah, Boyolali)
Pertanyaan :
Apa hukumnya memakai celana di atas mata kaki dan memelihara jenggot ?
Jawaban:
Allah ta’ala telah memerintahkan kepada kita untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya shallallaahu’alaihi wasallam. Dan diantara bentuk ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya adalah memakai kain di atas mata kaki dan memelihara jenggot.. Adapun hukum asal memakai kain dan perhiasan adalah mubah, dan tidak diharamkan kecuali jika ada dalil yang menunjukkannya. Allah ta’ala berfirman :
“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (Al A’raaf : 32 )
Namun Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memberikan ketentuan dalam memakai kain agar tidak menjulur ke bawah mata kakinya karena hal itu dilarang dan termasuk perbuatan dosa. Adapun kain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ujung kainnya sampai ke tengah betisnya, ke atas sedikit atau di bawah tengah betis sampai kedua mata kakinya.  Diantara dalil-dalilnya adalah sebagai berikut :
Dari Utsman bin ‘Affaan radhiyallaahu ‘anhu berkata : ” Kain Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam sampai ke tengah betisnya.” (HR. Muslim) Dan sabda beliau : “Kainnya seorang muslim adalah sampai ke tengah betisnya.” (HR Ahmad dan Abu Uwanah)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ” Kainnya seorang mu’min sampai otot betisnya, kemudian ke tengah betisnya kemudian sampai ke kedua mata kakinya, dan yang di bawahnya (di bawah mata kaki) maka dia di neraka.”
Dari Abu Sa’id Al Khudri berkata : Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam bersabda : ” Kainnya seorang mu’min adalah sampai kedua betisnya, tidak mengapa antara betis dengan dua mata kaki..” (HR. Ahmad dengan sanad shahih)
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata : Bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Kain itu sampai setengah betis.” Ketika dilihatnya hal itu memberatkan kaum muslimin, beliau bersabda : “Sampai kedua mata kakinya, tidak ada kebaikan apa yang ada di bawah kedua mata kaki.”
Dan hadits-hadits tentang larangan isbal (memakai kain di bawah mata kaki) sampai derajat mutawatir secara ma’nawi dalam kitab shahih, sunan juga masanid dan yang lainnya. Syaikh Abdul Muhsin Al Abbaad hafidhahullah (Ulama dan Muhadits Madinah sekarang ini) ketika ditanya tentang menjulurkan kain melebihi mata kaki dengan tidak sombong, maka beliau menjawab : Isbal itu buruk meski tidak sombong dan jika dibarengi kesombongan maka itu lebih buruk.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Amr bin Maimun radhiyallahu’anhu bahwa ketika Khalifah Umar bin Khathab radhiyallahu’anhu ditusuk perutnya ketika sholat shubuh oleh Abu Lu’luah Al Majusi budaknya sahabat Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhu, kemudian diangkat ke rumahnya kemudian diberi minum air kurma dan diminumnya maka keluar dari tenggorokannya, kemudian diberi air susu maka beliau meminumnya dan keluar dari lukanya. Banyak manusia memujinya dan datanglah seorang anak muda dan berkata : “Bergembiralah wahai Amirul Mu’minin dengan berita gembira dari Allah untukmu, dari bersahabat dengan Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam dan apa yang baktikan untuk islam apa engkau telah lakukan kemudian engkau berkuasa dan berlaku adil serta mendapatkan syahadah (mati syahid).” Beliau menjawab : “Saya berharap hal itu cukup untukku (impas)” Ketika anak muda itu pergi dilihatnya kainnya menyentuh tanah, kemudian beliau berkata : Kembalikan anak muda itu kepadaku.” Dan beliau berkata : ” Wahai anak saudaraku ! Angkat kainmu maka itu lebih kekal untuk pakaianmu dan lebih suci untuk Rabbmu.”
Maka betapa perhatian beliau terhadap kain yang menjulur melewati mata kaki (isbal) padahal dalam kondisi terluka parah, karena isbal merupakan dosa besar yang Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam mengancamnya dengan api neraka. Wallaahu a’lam bi shawaab.
 
Adapun tentang memelihara jenggot maka berikut ini dalil-dalilnya :
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam kedua kitab shahihnya dan yang lainnya dari Abdullah bin Umar radhiyallaahu’anhuma berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam : ” Waffiru (biarkan) jenggot dan rapikanlah kumis.” Dalam riwayat lain :”Rapikan kumis dan a’fuu (biarkan) jenggot” dalam riwayat lain : ” Anhikuu (rapikan) kumis dan biarkan jenggot.”
Jenggot adalah rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan janggut. Berkata Ibnu Hajar: waffiru yakni dibiarkan menjulur, dan I’faaul lihyah artinya : biarkanlah apa adanya. Dan menyelisihi orang-orang musyrik dijelaskan dengan hadits Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu : Bahwa orang musyrik  membiarkan kumis-kumis mereka dan mencukur jenggot-jenggot mereka, maka selisihilah mereka, biarkanlah jenggot dan rapikanlah kumis.” (HR. Bazzaar dengan sanad hasan). Dan dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam : “Selisihilah orang Majusi.” Karena mereka memendekkan jenggot mereka dan memanjangkan kumis mereka. Dalam riwayat Ibnu Hibban dari Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata : Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam menyebutkan orang Majusi maka beliau bersabda : “Mereka memanjangkan kumis dan mencukur jenggot mereka, maka selisihilah mereka.”. Dan riwayat Ibnu Hibban juga dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam bersabda : ” Diantara fitrah Islam adalah : memotong kumis dan membiarkan jenggot, sesungguhnya orang Majusi membiarkan kumis dan memotong jenggot mereka maka selisihilah mereka, potonglah kumis dan biarkanlah jenggot kalian.”. dalam shahih Muslim dari Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma dari Nabi shallallaahu’alaihi wasallam bersabda : “Kita diperintahkan untuk memotong kumis dan membiarkan jenggot.”
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah : Diharamkan mencukur jenggot. Berkata Imam Qurtubi : Tidak boleh mencukurnya (jenggot), mencabutnya dan mengguntingnya. Abu Muhammad Ibnu Hazm menyebutkan ijma’ bahwa memotong kumis dan memanjangkan jenggot adalah wajib. Beliau berdalil dengan hadits Ibnu Umar : “Selisihilah orang musyrik, potonglah kumis dan panjangkan njenggot.” Dan hadits Zaid bin Arqam yang marfu’ : “Barang siapa yang tidak memotong kumisnya maka bukan termasuk golongan kami.” Dishahihkan oleh Tirmidzi dan yang lainnya. Dalam kitab Al Furu’ : Ungkapan ini menurut ulama kami menunjukkan haram. Dalam kitab Al Iqna’ : Diharamkan untuk dicukur. Dan diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhuma dari Nabi shallallaahu’alaihi wasallam bersabda : “Barang siapa yang mencukur rambut (jenggotnya) maka tidak ada baginya bagian di sisi Allah.” Berkata Zamahsyari : Yakni mencukurnya dari pipi atau menyemirnya dengan warna hitam. Berkata (Ibnul Atsir) dalam Nihayah : mencukurnya dari pipi atau mencabutnya atau menyemirnya dengan warna hitam.
Maka dari dalil-dalil di atas sudah cukup kiranya untuk menunjukkan haramnya mencukur jenggot karena hal tersebut menyelisihi sunnah Rasulullah shallallaahu’alaihi wasallam dan mengikuti kepada hawa nafsu juga menyerupai orang-orang yang dilaknat dan dimurkai Allah ta’ala.
“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (Al Maa’idah : 77)
“Dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, Sesungguhnya kamu -kalau begitu- termasuk golongan orang-orang yang zalim.” (Al Baqarah : 145 )
Sebenarnya masih banyak dalil-dalil yang lain akan tetapi apa yang kita sebutkan insya Allah sudah mencukupi, wallaahu a’lam bishawab.

Rate This
Read More ..

Senin, 28 Maret 2011

Perlunya Mihnah Bagi Kaum Mu’minin

oleh Sheikh Yusuf Qardawi

Cobaan (mihnah) berat adalah merupakan kebutuhan bagi kaum beriman, mengingat beberapa hikmah dan tujuan yang diingatkan oleh al-Qur’an, khususnya sesuai perang Uhud, diantaranya adalah :
Pertama, pembersihan kaum Mu’minin dari orang-orang munafiq dan orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit. Sebab antara yagn baik dan yang buruk, antara yang sehat dan yang berpenyakit, antara yan asli dan yang palsu, hanya dapat dibedakan setelah melalui cobaan berat, tribulasi dan ujian, sebagaimana emas murni tidak dapat dibedakan dari yang palsu kecuali harus diuji dengan api.
Tentang ini, Allah telah menurunkan 80 ayat di surat Ali Imran yang turun setelah perang Uhud.

مَّا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang 
ini sehingga Dia menyisihkan yan buruk (munafiq) dari yang baik (mu’min).” (QS. Ali Imran [3] : 179)
Di antara manusia ada yang masuk ke dalam himpunan kaum Mu’minin, berpenampilan sebagaimana penampilan sebagaimana penampilan mereka dan berbicara dengan bahasa mereka, tetapi apabila ditimpa musibah dan cobaan berat dalam menjalankan agamanya berantakan kekuatannya, keimanan yang sebelumnya seperti ini, Allah berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِن جَاءَ نَصْرٌ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ ۚ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ
وَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنَافِقِينَ

“Dan diantara manusia ada yang berkata : Kami beriman kepada Allah, tetapi apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebaai adzab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Rabb kamu, mereka pasti berkata : Sesungguhnya kami adalah bersetamu. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia? Dan sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang beriman, dan sesungguhnya Dia mengetahui pula orang-orang munafiq.” (QS. al-Ankabut [29] : 10-11)
Tentang model manusia yang hanya berkata dengan lisannya, tetapi realitasnya membuktikan kebalikannya, terdapat bentuk lain yang disebut-sebut al-Qur’an.

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang beribadah kepada Allah secara tidak sepenuhnya, jikaia memperoleh kebaikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, terbaliklah ia ke belakang (kafir). Rugilah ia di dunia dan akhirat. Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.” (QS. al-Hajj [22] : 11)

Jadi cobaan-cobaan dan tribulasi yang dialami oleh para pengemban dakwah itulah yang akan membedakan dan menyisihkan model-model manusia yang berkualitas seperti itu dan mengeluarkan mereka dari barisan kaum Mu’minin membersihkan kotoran dari barisan Islam sebagaimana api membersihkan kotoran besi. Wallahu’alam.
http://www.eramuslim.com/nasihat-ulama/perlunya-mihnah-bagi-kaum-mu-minin.htm Read More ..

Minggu, 12 Desember 2010


Mengapa Wanita Banyak Menghuni Neraka?

Senin, 06/12/2010 09:41 WIB 
Sebuah pernyataan yang cukup lazim terdengar di telinga kita bahwa kebanyakan penduduk neraka dihuni oleh para wanita.
Berdasarkan Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.”
Muncul pertanyaan di benak kita, apa yang menyebabkan kebanyakan wanita menjadi penduduk neraka? Dalam sebuah kisah ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melakukan shalat gerhana, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.
Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para shahabatnya radhiyallahu 'anhum, “ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma)
Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda, “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu)
Bagi para muslimah atau umumnya wanita ketika membaca atau mendengar hadist-hadist di atas sontak naik darah dan tidak bisa menerima sepenuhnya. Minimal akan berhujjah bahwasanya wanita bisa berbuat demikian karena ada penyebabnya, bukan tiba-tiba ingin berlaku demikian. Siapapun kalau ditanya tentu saja tidak ada yang ingin masuk neraka apalagi diklaim akan masuk neraka. Naudzubillah mindzalik!
Memang, berlayar mengarungi bahterah rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Seorang muslimah tepatnya seorang istri, tidak saja harus membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup tapi juga mutlak dibutuhkan mental baja dan manajemen yang baik dalam mengelola gelombang kehidupan beserta segala pernak pernik yang menyertainya. Ketika urusan rumah tangga tidak pernah ada habisnya, anak-anak rewel dan kondisi fisik sedang tidak fit, kemudian suami pulang kerja minta dilayani tanpa mau perduli dengan kondisi kita, biasanya, dalam kondisi seperti ini tidak banyak wanita yang tetap mampu mengendalikan kesabarannya. Manusiawi bukan? Belum tentu!Justru dalam situasi seperti inilah keimanan dan kesabaran kita akan teruji. Apakah kita masih bisa mengeluarkan kata-kata manis sekaligus rona muka penuh dengan senyum ketulusan? Sulit memang! Tapi sulit bukan berarti tidak bisa!
Jika kita cermati hadist diatas secara seksama, maka akan kita dapati beberapa sebab mengapa wanita bisa menjadi penduduk minoritas di surga, di antaranya :
Pertama, kufur terhadap kebaikan-kebaikan suami. Sebuah fenomena yang sering kita saksikan, seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya dalam waktu yang panjang hanya karena satu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Padahal seharusnya seorang istri selalu bersyukur terhadap apa-apa yang diberikan suaminya, karena Allah SWT tidak akan melihat istri yang seperti ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam,“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr).
Kedua, durhaka terhadap suami. Durhaka yang sering dilakukan seorang istri adalah durhaka dalam ucapan dan perbuatan. Wujud durhaka dalam ucapan di antaranya ketika seorang istri membicarakan keburukan-keburukan suaminya kepada teman-teman atau keluarganya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syar’i. Sedangkan durhaka dalam perbuatan diantaranya bersikap kasar atau menampakkan muka yang masam ketika memenuhi panggilan suami, tidak mau melayani suami dengan alasan yang tidak syar’i, pergi atau ke luar rumah tanpa izin suami, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, atau sebaliknya enggan berdandan dan mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu.
Jika demikian keadaannya maka sungguh merugi wanita-wanita yang kufur dan durhaka terhadap suaminya. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada surga karena mengikuti hawa nafsu belaka.
Jalan ke surga memang tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan melalui rintangan-rintangan yang berat dan terjal. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang sabar menempuhnya.
Sementara, jalan menuju ke neraka penuh dengan keindahan yang menggoda dan setiap manusia sangat tertarik untuk melaluinya. Tetapi, sadarlah bahwa di ujung jalan ini, neraka telah menyambut dengan beragam siksa-Nya.
Lalu, bagaimana caranya agar para wanita atau para istri tidak terperosok ke dalam neraka?
Jangan pesimis, masih banyak cara dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri jika kita ingin menjadi penduduk minoritas di surga.
Masih ingat kan, ketika rasulullah bersabda dalam sebuah hadist shahih jami’, “Perempuan apabila shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dia kehendaki.”
Mengacu dari hadist di atas, mari kita berlomba menegakkan sholat dengan lebih khusu’, memperbayak sholat-sholat sunah karena sholat yang benar dan khusu’ bisa membentengi diri kita dari perbuatan yang munkar. Selain puasa/shaum wajib di bulan romadhon, latihlah diri untuk terbiasa melakukan shaum sunah. Hiasilah diri dengan sabar dalam ketaatan dengan suami dan banyak-banyaklah beristigfar karena istigfar bisa meruntuhkan dosa-dosa kecil yang tidak kita sadari.
Dan juga ada sebuah amalan yang sepele tapi sering terlupakan adalah bershodaqoh (sedekah). Bershodaqohlah dalam keadaan lapang dan sempit karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah menuntunkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari adzab neraka.
Ketika beliau selesai khutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan anjuran untuk mentaati-Nya. Beliau pun bangkit mendatangi kaum wanita, beliau menasehati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian beliau bersabda, “Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya Jahanam!” Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya, “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!” (HR. Bukhari)
Bershadaqahlah! Karena shadaqah adalah satu jalan untuk menyelamatkan kalian dari adzab neraka. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari adzabnya. Amin. Wallahu’alam.
(Nani Agus, nani_agus2@yahoo.com)  


http://www.eramuslim.com/ Read More ..

Sabtu, 11 Desember 2010

Kegiatan Lomba Azan dan Membaca Ayat-ayat pendek














































Read More ..

Selasa, 14 September 2010

Daftar Donatur PEMBANGUNAN MASJID AL - IMAN

TGL NAMA JUML. Rp SALDO Rp MATERIAL
           
11-Aug-10 Hamba Allah 1,000,000 1,000,000    
12-Aug-10 Hamba Allah 250,000 1,250,000

  H. Allah u/ Alm. Bp. Amarullah 100,000 1,350,000    

H. Allah u/ Alm. Bp. H.M. Nasir 50,000 1,400,000

  H. Allah u/ Alm. Bp. Ibrahim 50,000 1,450,000    

H. Allah u/ Alm. Ibu Hj. Muzaenah 50,000 1,500,000


H. Allah u/ Alm. Ibu Salmah 50,000 1,550,000


H. Allah u/ Alm. Ibu Zaenab 50,000 1,600,000


H. Allah u/Alm. Hj.Nasiroh 50,000 1,650,000

13-Aug-10 Hamba Allah 1,000,000 2,650,000


Bp. Sutrisno Nangka I / 20 300,000 2,950,000


Hamba Allah 250,000 3,200,000


Anggi Asmoro 100,000 3,300,000


Okky Asmoro 100,000 3,400,000

14-Aug-10 H. Allah u/ Alm. H. Iskandar Bin Abu Naim 1,000,000 4,400,000


Kel. Siti Wahyuni SH, u/ alm.ibu Hj. Siti Maemunah 1,000,000 5,400,000


H.Amami, Nangka III / 9 500,000 5,900,000


Fak. Seni Rupa & Design Univ. Trisakti, Jkt 500,000 6,400,000


Hamba Allah,  Nangka 7 200,000 6,600,000


H. Allah u/ Ibu Waqinah binti Wangsa Wilya 100,000 6,700,000

15-Aug-10 Bp. Hendro / Hesty Motor Delima 2 / 7 10,000,000 16,700,000


Bp. Sarjono, Nangka 7 / 1 250,000 16,950,000


Hamba Allah,pepaya 5 200,000 17,150,000


Hamba Allah Rt.011/05 200,000 17,350,000


Hamba Allah 100,000 17,450,000


Hamba Allah 100,000 17,550,000


Hamba Allah                       50,000 17,600,000

16-Aug-10 Dian Kartika Sari u/ Mbha Siti Indari yg sdg sakit 200,000 17,800,000


Kel. Alm. Bp. Suprapto 200,000 18,000,000


Hamba Allah , Nangka 4 / 10 100,000 18,100,000

17-Aug-10 H. Garmuji & Kel. (Azis Motor) 500,000 18,600,000


Hamba Allah, Aster I /3 300,000 18,900,000


Hamba Allah, Nagka 2 / 11 200,000 19,100,000


Bp. Suntoro, Nagka 6/7 u/ Alm. Bp. Martubi 200,000 19,300,000


Anjar Asmoro 100,000 19,400,000


Anggi Asmoro 100,000 19,500,000


Okky Asmoro 100,000 19,600,000


Ananda Dea u/ alm. Bp.Selamet bin Martono 100,000 19,700,000

18-Aug-10 Ahadha Motor, pepaya 4 / 4 1,000,000 20,700,000


Hamba Allah Pepaya 7 u/ alm. Zaenudin Daeng Makwa alm. Andi Bango Petta Tamang 250,000 20,950,000

19-Aug-10 Fak. Seni Rupa & Design Univ. Trisakti, Jkt 2,000,000 22,950,000


Hamba Allah 500,000 23,450,000


Hamba Allah 250,000 23,700,000


Ibu Effifa Soraya, Nangka 7 / 11 200,000 23,900,000


Hamba Allah 100,000 24,000,000

20-Aug-10 Ibu2 Majlis Taklim al-Iman  1,500,000 25,500,000


Ir. Agus Wijaya Rt.07/05 1,000,000 26,500,000


Kel. Gunadi, Nangka 3 600,000 27,100,000


H. Allah, u/ alm. Sartorejo,alm. Djeminah,alm. Tukijem, alm. Porwiradiharjo 500,000 27,600,000


H. Allah Pepaya Raya No.10 250,000 27,850,000


H. Allah, Nangka 4 / 5 200,000 28,050,000


Hamba Allah,Aster 3 200,000 28,250,000


Ibu Tini Suhartin u/alm. Endang Iskandar 100,000 28,350,000

21-Aug-10 Bp. Badolahi Rt. 03/05 200,000 28,550,000


Hamba Allah 100,000 28,650,000

22-Aug-10 H. Allah Nangka 7, u/ alm.sastro Pratomo, Hj. Sukarni dan alm. Dawan Priyo 300,000 28,950,000


Hamba Allah u/alm. Sukiyanto 150,000 29,100,000


Hamba Allah
29,100,000 10 Zak Semen
23-Aug-10 H.Allah Univ Terbuka Rawamangun, Jkt 1,000,000 30,100,000


H. Parman, Nangka 3/26 700,000 30,800,000


Ibu Upi, Nangka 7 250,000 31,050,000

24-Aug-10 Kel. Besar Putro Pendowo 5,000,000 36,050,000


Bacheramsyah, Nangka 2 / 1 350,000 36,400,000


H. Allah, BTN 300,000 36,700,000


Hamba Allah Rt. 07 150,000 36,850,000


Hamba Allah 100,000 36,950,000

25-Aug-10 Bp. Nugroho, Nangka 4/19 500,000 37,450,000


Mulyono Rt. 07 300,000 37,750,000


Hamba Allah 150,000 37,900,000


Hamba Allah 100,000 38,000,000


Hamba Allah 100,000 38,100,000


Ade Febriansyah, Pepaya 2 100,000 38,200,000


Infaq CD MP 4 100,000 38,300,000

26-Aug-10 Kurnia Bangunan 1,000,000 39,300,000


Fak. Seni Rupa & Design Univ. Trisakti, Jkt 1,000,000 40,300,000


Garis Alya Kirana Putri, Nangka 7/11 500,000 40,800,000


Ibu Erlan u/ Alm.Erlan Hanovia Nangka 7/11 A 400,000 41,200,000


Hamba Allah, Aster 4/2 200,000 41,400,000


Hamba Allah u/alm. Ibu Ramlah 100,000 41,500,000


Hamba Allah u/alm. Bp. Sukiyanto 100,000 41,600,000


Hamba Allah u/ alm. Sastro Kardoyo 100,000 41,700,000


Hamba Allah u/ alm. Ibu Karminah 100,000 41,800,000


Hamba Allah u/ alm. Ibu Parinem 100,000 41,900,000


Hamba Allah u/ alm. Mbah Khasanah 100,000 42,000,000


Hamba Allah, Pepaya 4 / 9 100,000 42,100,000


Hamba Allah 50,000 42,150,000


Hamba Allah
42,150,000 5 Zak Semen
27-Aug-10 Bp. Satwoko Hapsoro 500,000 42,650,000


Bp.Hidayat , Aster 6 300,000 42,950,000


Bp. Irman Jamal, pepaya 2 / 11 A 250,000 43,200,000


Bp. Maman DK 100,000 43,300,000


Infaq CD MP4 85,000 43,385,000

28-Aug-10 Lita & Lambang, u/ mbah Kakung Kardi HS yg sdg sakit 500,000 43,885,000


Hamba Allah 500,000 44,385,000


Ibu Tuti Sumiati, Jl. Ultra Violet A4/ 22, Klp. Gading 500,000 44,885,000


Hamba Allah 200,000 45,085,000


Hamba Allah u/H. Asmun Perta 100,000 45,185,000

29-Aug-10 Hamba Allah, Aster 2 350,000 45,535,000


Dewanto Fajri, Rt.09 200,000 45,735,000


Hamba Allah, Nangka 2 200,000 45,935,000

30-Aug-10 Ibu2 pengajian, Annisa Rt. 08 1,850,000 47,785,000


Hamba Allah, Pepaya 2 /16 1,000,000 48,785,000


Bubun Hartono Pepaya Raya 20 500,000 49,285,000

31-Aug-10 Hamba Allah Rt.09 500,000 49,785,000

1-Sep-10 Bp. Winaryo bin Warsowardi u/ alm. Winaryo 600,000 50,385,000


Kel. H. Mudjahid Halim Rt.07 500,000 50,885,000


Bu Eti, Nangka 3/6 500,000 51,385,000


Bu Suparno, Nangka 3/20 300,000 51,685,000


Hamba Allah 300,000 51,985,000


Hamba Allah 250,000 52,235,000


Hamba Allah 100,000 52,335,000


Hamba Allah 50,000 52,385,000


Hamba Allah 250,000 52,635,000

2-Sep-10 Bp. Saifullah Nasution 1,500,000 54,135,000


Rosi, Pepaya 3 500,000 54,635,000


Hamba Allah Rt.01 500,000 55,135,000


Iwan, Aji u/ mbah Hj. Siti Indariyah yg sdg sakit 500,000 55,635,000


Kel. Bp. Firdaus, Nangka 5/17 u/ alm. Hj.Salmah bin Tampel, Arbain bin Jaim, Kani bin Anur, Leman bin Hamin 500,000 56,135,000


Bp.Sulaksono, Nangka 7/8 200,000 56,335,000


Anjar Osmoro 200,000 56,535,000


Anggi Asmoro 200,000 56,735,000


Okky Asmoro 200,000 56,935,000


Hamba Allah, Nangka 7 200,000 57,135,000


Hamba Allah,Aster 3 150,000 57,285,000


Hamba Allah Pepaya 2 150,000 57,435,000


Hamba Allah,Delima I 100,000 57,535,000


Hamba Allah, Pepaya 6 50,000 57,585,000

3-Sep-10 Jimy Arief Setiawan Rt.06/05 1,000,000 58,585,000


H. Tutut Hadianto Rt.06/05 300,000 58,885,000


Hamba Allah, Pepaya 2 200,000 59,085,000


Hamba Allah u/alm. Ayahanda Sukiyanto 200,000 59,285,000


Hamba Allah 100,000 59,385,000

4-Sep-10 Hamba Allah Rt.04 500,000 59,885,000


Eko Ys, Nangka Raya Rt.02 500,000 60,385,000


Suradji, Nangka I/7 200,000 60,585,000


Hamba Allah, Aster 2/3 200,000 60,785,000


Hamba Allah, Pepaya 4 100,000 60,885,000


Hamba Allah, Pepaya I 100,000 60,985,000


Hamba Allah 100,000 61,085,000


Hamba Allah u/ alm. H.Rusli & alm. Hj. Nursani 100,000 61,185,000


Hamba Allah 100,000 61,285,000


Hamba Allah Rt.09 50,000 61,335,000

5-Sep-10 H. Kondang Sutrisno 7,500,000 68,835,000


Agus, Nangka 6/22 500,000 69,335,000


Wilda, Angka 2/8 300,000 69,635,000


Hamba Allah 200,000 69,835,000


Hamba Allah, Nangka 4 150,000 69,985,000


Hamba Allah,Delima  75,000 70,060,000

6-Sep-10 H. Karman Gunawan & Kel. Jl pepaya Raya Rt 09/05 15,000,000 85,060,000


Dede Supriatna Cq.Alm H.Imin Syamsudin 2,000,000 87,060,000


Ibu Subekti Jl.Nangka 7/20 200,000 87,260,000


Ananda Oby 100,000 87,360,000

7-Sep-10 H Allah 3,000,000 90,360,000


H Allah Rt 01 300,000 90,660,000


H Allah Pepaya 5/1 250,000 90,910,000


H Allah Nangka 4 200,000 91,110,000


H Allah cq almh Ibu Icah binti imung 250,000 91,360,000


H Allah 200,000 91,560,000


H Allah Rt 12 200,000 91,760,000


H Allah Rt 12 100,000 91,860,000


H Allah utk Almh Ibu Khalin bin Fulan 100,000 91,960,000


H.Allah utk Almh Ibu Kamarisah Nenas 26 100,000 92,060,000


H.Allah utk Alm Abdul Rosid L Almh Ibu Rohimah Kiang wan Abdurrahman wan mas 100,000 92,160,000


H Allah Rt 12 50,000 92,210,000


H Allah Rt 12 25,000 92,235,000


H Allah Rt 12 20,000 92,255,000


H Allah Rt 12 10,000 92,265,000


H Allah Rt 12 5,000 92,270,000


H Allah Rt 12 3,000 92,273,000

8-Sep-10 H Allah Pepaya I Rt08 500,000 92,773,000


H Allah Jl Pepaya 2/16 RT08 500,000 93,273,000


H Allah Pala Raya No.17 500,000 93,773,000


Wahyu Pepaya I RT 08 250,000 94,023,000


Wiwita utk Almh Ibu Mariasni 200,000 94,223,000


H Allah Aster I 17 150,000 94,373,000


H.Allah 100,000 94,473,000

9-Sep-10

94,473,000




94,473,000




94,473,000


Total 94,473,000
15 Zak Semen
Read More ..